Daftar Gaji Analis Kesehatan di Indonesia Terbaru 2020

Gaji Analis Kesehatan – Analis kesehatan merupakan sebuah profesi atau pekerjaan di sarana kesehatan yang bertugas guna melayani pengukuran, pemeriksaan, penetapan, dan pengujian terhadap sesuatu yang diambil dari sesorang agar dapat menentukan jenis penyakit atau faktor kesehatan lainnya.

Perlu anda ketahui bahwa analis kesehatan dan dokter merupakan profesi yang berbeda. Tugas utama seorang analis harus meneliti dengan rinci serta mengarah kepada diagnosa penyakit kemudian di buktikan dengan hasil diagnos di laboratorium dilihat dari sini saja seorang analis kesehatan dan dokter berbeda ya.

Sama halnya dengan seorang perawat apa itu perawat? tugas, fungsi dan perannya tentu memiliki hal yang berbeda dengan analis kesehatan serta tugas dan tanggung jawab seorang analis kesehatan. Oleh sebab itu, pentinya mengetahui hal tersebut agar anda tidak tertukar dan lebih mengerti apa itu analis kesehatan.

Analis kesehatan merupakan sebuah profesi, nah jika berbicara mengenai profesi tentu hal pertama yang di pikirkan oleh seseorang adalah, berapakah besaran gaji seorang analis kesehatan di Indonesia khususnya. Analis kesehatan masuk kedalam tenaga kesehatan yang banyak dibicarakan oleh masyarakat tentang gajinya.

Gaji Analis Kesehatan di Indonesia Terbaru

Gaji Analis Kesehatan di Indonesia Terbaru

Setiap orang yang bekerja memang memiliki tujuan masing-masing, namun yang pasti setiap orang bekerja tentu menginginkan gaji yang sesuai dengan pekerjaannya. Nah, artikel kali ini akan mengupas dan membahas secara tuntas mengenai gaji analis kesehatan di Indonesia. Seperti yang kita ketahui menurut masyrakat bekerja menjadi seorang tenaga kesehatan memiliki gaji cukup besar. Apa benar demikian? yuk langsung saja simak artikel di bawah ini agar tidak penasaran lagi.

Gaji Analis Kesehatan

Gaji Analis Kesehatan

Kita telah mengambil rata-rata gaji seorang analist kesehatan di Indonesia sekitar Rp 3.980.000 per bulannya. Namun gaji tersebut merupakan kisaran. Artinya, ada analis yang memiliki gaji lebih tinggi atau lebih rendah. Semua itu tergantung dari kebijakan masing-masing tempatnya bekerja. Kisaran gaji tersebut hanyalah gaji pokok, belum termasuk kedalam tunjangan, lemburan dan lain sebagainya.

Maka bisa di simpulkan bahwa gaji seorang tenaga kesehatan terdiri dari gaji pokok + tunjangan jabatan + tunjangan kesejahteraan seperti uang transport dan tambahan lainnya. Selain itu, besaran gaji pada tenaga kesehatan juga terdiri dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut diantara lain adalah faktor pengalaman kerja, tingkat pendidikan, tanggung jawab dan faktor resiko pekerjaan.

1. Tunjangan Analis Kesehatan

Pertama yang perlu anda ketahui mengenai tunjangan adalah penghasilan tambahan di luar dari gaji pokok seorang analis yang telah bekerja dan bertanggung jawab mengemban resiko pekerjaan. Besar nominal tunjangan yang di berikan kepada seorang analis misal berkerja di daerah terpencil se tingi-tingginya yaitu sebesar gaji pokok yang di dapatkan per bulannya.

2. Pemeliharaan Kesehatan

Pemeliharaan kesehatan di berikan kepada seorang analis apabila tidak mendapatkan asuransi kesehatan atau bukan sebagai peserta. Pemeliharaan kesehatan disini yaitu apabila analis mengalami sakit tentunya harus membayar biaya kesehatan sendiri. Namun, jika seorang analis tidak sakit atau berobat, maka secara otomatis uang pemeliharaan kesehatan akan menjadi milik anda dan diberikan langsung pada saat gajian setiap bulannya.

3. Kerja Lembur

Semua petugas atau tenaga kesehatan berhak mendapatkan hak uang lembur jika bekerja melebihi jam kerja yang telah di tentukan. Biasanya nominal uang lembur di hitung dari gaji pokok di bagi menjadi 4 x 37,3 jam = gaji pokok/ 149 jam. Banyaknya jam kerja lembur / bulan adalah jumlah dari kerja lembur harian.

4. Insentif

Insentif merupakan pemberian imbalan kepada tenaga analis atau tenaga kesehatan atas hasil kerja yang bagus. Pemberian insentif kepada sorang analis memiliki beberapa kriteria diantaranya : Analis memiliki beban kerja yang harus di selesaikan, yang di berikan ke dalam program insentif untuk bisa meningkatkan produktivitas dalam jangka waktu tertentu. Insentif memiliki parameter yang harus jelas, dan tenaga kesehatan analis yang masuk ke dalam program merupakan orang-orang yang terpilih.

Demikian informasi tentang besaran gaji analis kesehatan yang ada di Indonesia. Selain gaji, kami juga telah memberikan informasi terkait dengan jumlah tunjangan dan pemberian insentif bagi setiap tenaga kesehatan. Besaran gaji yang di terima analis kesehatan sesuai dengan kebijakan serta wilayah tertentu.